Alhamdulillah, Pelajaran di Tahun 2017

Alhamdulillah, masih dikaruniai kesempatan bangun pagi di awal tahun 2018 ini dalam keadaan sehat wal'afiat tak kurang suatu apapun. Melihat pemandangan suami disebelah kiri, kaizan disebelah kanan, dan insyaAllah adek kaizan di dalam rahim, MasyaAllah, Tabarokallah ❤

Flashback 2017....

Marriage Life

Indahnya anugerah yang Allah berikan disepanjang tahun 2017 sebagai istri dan ibu yang sangat luarbiasa. Meski tak dipungkiri perjalanan menjalani dua peran tersebut lebih banyak ujiannya. Ujian sabar, ujian lapang dada, ujian iman dan ujian lainnya, yang artinya Allah masih sayang, Allah ingin saya terus belajar, semakin mendekatkan diri kepada Allah dan berusaha yang terbaik menjadi Istri dan Ibu untuk keluarga, amanah terbaik yang Allah titipkan.

Perjalanan berumah tangga sepanjang 2017 tentu seperti roll coaster. Ada suka, duka, tawa, tangis. Apalagi awal tahun ini kami berkumpul kembali setelah beberapa bulan LDM, mendapat amanah baru membersamai kaizan berdua saja. Menjalani peran baru yang membuat kami seakan terlahir kembali, terlahir menjadi seorang Ayah dan Bunda. 

Menjalani peran baru sebagai orang tua, tak menjadikan kami luput dari berbagai konflik, dari yang paling kecil hingga yang paling menguras air mata. Lantas ketika badai rumah tangga menerjang, perasaan sedih pasti, merasa ingin menyerah pun pernah, semoga jalan yang berliku menempa dan menberikan hikmah kepada kami sehingga kami menjadi lebih kuat InsyaAllah.

Mengenai kehidupan rumah tangga (Marriage Life) saya jadi teringat salah satu renungan dari postingan rekan saya @afiefahm di instagram yang bertuliskan

Indikator pernikahan yang sukses, sakinah, mawaddah, warahmah adalah pernikahan yang didalamnya agama bisa ditegakkan, pendidikan anak dan keluarga bisa dijalankan, keharmonisan secara umum tetap terjaga.

Dan yang paling penting : rumah tangga itu sendiri tetap mampu dipertahankan.

Betapa banyaknya kita lihat rumah tangga yang seakan sakinah, mawaddah, warahmah, tapi ternyata berpisah di tengah jalan. Sebaliknya betapa banyaknya rumah tangga yang dijalankan dengan penuh masalah, tapi mereka tetap mampu mempertahankannya. Yang terakhir inilah justru yang merupakan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah." (Ust Adriano Rusfi)

Sebuah cambuk semangat untuk bersama sama menapaki satu demi satu tangga menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah hingga ke jannah Allah. Semoga Allah meridhoi.. Aamiin

Motherhood

Tak kalah menantang, di tahun 2017 saya hijrah menuju perantauan bersama seorang bayi berusia 2,5 bulan kala itu. Saya mulai menjalani peran sebagai ibu, tanpa bantuan ART, orang tua, mertua dan sanak famili. Awalnya saya khawatir, apakah saya mampu? Akankah semua baik-baik saja?

Alhamdulillah sampai penghujung tahun 2017 atas izin Allah kami mampu berkolaborasi bekerjasama bahu membahu menjalankan rutinitas sebagai ibu baru, ayah baru, dan anak baru.

Alhamdulillah kaizan anugerah terindah yang selalu kooperatif dalam setiap keadaan. MasyaAllah Tabarokallah nak, membersamaimu, melihat tumbuh kembangmu, berusaha bersama mecapai satu demi satu milestone perkembangan sampai saat ini dan tahun-tahun selanjutnya, InsyaAllah.

Suka duka menjalani peran sebagai ibu dalam membersamai anak pun sangat beragam, mulai saat kaizan fimosis dan kami memutuskan untuk segera mengkhitan kaizan padahal saat itu usia kaizan masih empat bulan, tidur yang tak nyenyak ketika kaizan sakit, makan yang menjadi prioritas kedua sebelum anak makan, balada anak terjun bebas nafsu makannya, anak yang mulai aktif kesana kemari sedangkan tugas domestik menunggu untuk dikerjakan, sampai saat kepepet harus memangku anak waktu buang hajat, daan lain lain dan sebagainya, siapa yang sama maak?
InsyaAllah syurga balasannya maak 😘😘😘

Saya jadi teringat salah satu buku yang pernah saya baca, Buku Enlinghtenibg Parenting. Mengutip salah satu tulisan di buku Enlightening Parenting tersebut " Mendidik anak memang berat, karena itulah hadiahnya peluang syurga. Jika tidak berat, mungkin hadiahnya hanya mini powerbank" 😂😂😂


Akhirnya, mari kita tutup 2017 dengan hamdalah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, wa syukurillah.. Foto diatas merupakan sebagian perjalanan yang terekam oleh instagram saya @hanamaryamm dan dibuat rating sembilan terbaik dari banyaknya jumlah like oleh https://2017bestnine.com 😁😁😁

Bismillahirrohmanirrohim, mari mengawali 2018 dengan penuh harapan baru kepada Allah, semoga Allah senantiasa melimpahkan keberkahan ke dalam hidup kita. MasyaAllah Tabarokallah ❤

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Persalinan di RS Ananda Purwokerto

Assalamualaikum Kaizan ❤

Being Preggo Mommy