Ibuk

Ibuk, wanita paruh baya yang saat ini masih dan senantiasa merawatku, ayahku, kakakku dan kedua adikku. Tak jarang kami selalu menanyakan hal kecil kepada ibuku karena keteledoran kami sendiri.. Ibuk tak pernah mengeluh, hanya terkadang menasehati kami untuk lebih teliti.
Ibuk, di usia mu yang semakin bertambah, engkau tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk kami, terkadang engkau memaklumi sikap kami yang salah dengan kesabaranmu, namun segera kau ingatkan kami diwaktu lain.
Ibuk, engkau bekerja keras berpeluh keringat untuk sekedar membeli jajan saat engkau pulang bekerja, menyenangkan anak-anakmu yang menunggumu kembali.
Ibuk, hatimu sangat rapuh, namun engkau mencoba untuk tetap terlihat kuat dan tegar. Saat mendengar anakmu sakit, kaulah orang pertama yang sangat sedih dan khawatir akan kondisi kami.
Ibuk, engkau menangis disaat tertidur, saat bersujud, disaat kita berbincang masa kecilku, dan masa kecil saudaraku yang lain.
Ibuk, berbagai tantangan dan rintangan baik ujian atau nikmat telah banyak kau lalui.. Engkau terus bersabar, dan berusaha yang terbaik.
Ibuk, aku tau engkau hanya manusia yang pasti jauh dari kata sempurna. Terkadang engkau bersedih, menangis, dan memarahi kami. Tapi ibuk, aku yakin engkau malaikat tak bersayap yang diciptakan Tuhan untukku, untuk kami Buk, untuk menghadapi kami dan merawat kami.
Ibuk, aku selalu kagum dengan mu, walau kadang tak aku ungkapkan. Aku suka bermanja dipangkuanmu, menjadi gadis kecil yang selalu merajuk.
Ibuk, jika Allah mempersilakan perempuan untuk masuk dari pintu yang mana saja menuju surganya, mungkin salah satu perempuan itu adalah Ibuk.
Ibuk, tak banyak yang bisa aku berikan, cintaku pun mungkin tak seluas dan setulus cintamu padaku.
Ibuk... Sehat selalu ya Buk. ☺

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Persalinan di RS Ananda Purwokerto

Assalamualaikum Kaizan ❤

Being Preggo Mommy